AIR MATA

Saudaraku, banyak orang berpendapat.
Mengalirkan air mata, identik dengan perempuan.
Juga, identik dengan lemah, cengeng, dan
Banyak label yang mengacu pada kerapuhan.
Benarkah begitu?

Sejak dulu saya tidak sependapat!
Dua tahun belakangan ini pendapat saya menguat.
Hari ini saya semakin yakin mengalirkan air mata
adalah sinyal dari Allah Subahanahu Wa Ta’ala.
Mengangis adalah manifestasi dari
Kemahalembutan Allah sang Khalik.

Saudaraku, insya Allah setiap orang pernah
Merasakan aliran aneh yang membuat air mata kita mengalir.
Penyebabnya bisa apa saja. Membaca kisah hidup seseorang,
Mendengar pernyataan orang, atau melihat penderitaan
Orang. Bahkan, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba air mata
Kita mengalir. Bahkan, sebuah kabar yang sangat
menyenangkan sekalipun,
kadang air mata bergulir menetes.

Berbahagialah mereka yang selalu menyebut asma Allah
setiap mengalirnya air mata. Karena, kita selalu ingat
dari mana sumber kelembutan yang kita miliki itu.

Mungkin kita pernah mengalami masa di mana kita tidak
sempat mengalirkan air mata. Ketika cobaan datang dan
menyesakkan dada, kita tidak menangis.
Melihat kepediha orang –lalu mencoba berempati dengan
kitalah yang menanggung kepedihan itu–
air mata tak setitikpun menetes.
Benarkah itu hebat?

Mungkin ya, tergantung dari mana kita melihatnya.
Walau saya tidak menolak dan setuju siapapun boleh
mengalirkan air mata, tapi pernah saya berpikir,
”Menangis? Tak sempatlah bagi saya untuk menangis.”

Namun, hari ini saya sadar, berarti saya adalah orang
yang tidak sempat melembutkan hati.

Ya Allah, maafkan keangkuhan hamba.
Ya Latief, lembutkan hati hamba untuk bisa merasakan
semua takdir-Mu tanpa harus bersedih.

Kuatkan sinyal hati hamba ya Rahman, ya Rahim,
agar hamba selalu bisa menangkap dengan cerdas
semua tanda-tanda kebesaran-Mu
tanpa harus merasa kecil hati, lemah, dan ketakutan.

Jadikanlah air mata kami sebagai tanda kedekatan hamba kepada-Mu.

Akhirnya mendung di mata tak terbedung lagi.
Meringankan semua rasa yang berbaur satu,
melihat begitu banyak bencana datang silih berganti di muka bumi ini.
Peliharalah kami ya Muhaimin. Amin yaa mujibass saailiin.

”Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran,
maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”
(QS Al-Qamar: 17)